Lonjakan volume kendaraan sebesar 18 persen pada arus balik Lebaran 2026 tidak lantas membuat kondisi lalu lintas di Jawa Timur kacau. Justru sebaliknya, berdasarkan pemantauan udara yang dilakukan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, dari Tol Ngawi di perbatasan Jawa Tengah hingga jalur penyeberangan Ketapang menuju Bali, semuanya terpantau aman, lancar, dan terkendali. Pada Jumat, 27 Maret 2026, saat berada di Pantai Utama Raya, Situbondo, Kapolda menyampaikan bahwa meskipun angka pergerakan kendaraan melonjak signifikan, skema rekayasa lalu lintas dan kesiapan personel mampu menyerap lonjakan tersebut dengan baik.
Faktor yang turut menjadi kunci kelancaran adalah pola pergerakan masyarakat yang tidak lagi terkonsentrasi pada satu waktu. Kapolda Jatim menjelaskan bahwa peningkatan volume kendaraan tidak hanya berasal dari pemudik yang kembali ke kota perantauan, tetapi juga dari masyarakat yang memanfaatkan sisa libur Lebaran untuk berwisata. Kombinasi dua jenis pergerakan ini sebenarnya berpotensi menciptakan kepadatan, namun dengan distribusi yang merata di berbagai jalur, kondisi tetap dapat dikendalikan. Keberadaan pintu Tol Situbondo Barat yang difungsionalkan menjadi salah satu faktor penting yang membantu mendistribusikan arus kendaraan di wilayah Tapal Kuda.
Di tengah lonjakan yang terjadi, Kapolda Jatim menegaskan bahwa seluruh personel yang tergabung dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 tetap disiagakan di titik-titik krusial. Tidak hanya di jalur tol, tetapi juga di jalur wisata dan lokasi penyeberangan yang menjadi simpul-simpul kepadatan potensial. Ia memastikan bahwa kesiapan ini mencakup aspek pelayanan, pengamanan, hingga pengaturan lalu lintas secara langsung di lapangan. Dengan pendekatan yang komprehensif, kepolisian berupaya memastikan bahwa lonjakan volume tidak berujung pada kemacetan panjang yang merugikan pemudik.
Memasuki puncak arus balik, Kapolda memperkirakan bahwa baru sekitar 30 persen pemudik yang telah kembali. Ia melihat adanya perubahan pola perjalanan masyarakat yang cenderung menyebar, sehingga beban lalu lintas tidak menumpuk pada satu momen tertentu. Meski demikian, ia tetap mengimbau masyarakat yang belum berangkat untuk tidak memaksakan diri kembali secara bersamaan, mengingat masih tersedia waktu hingga akhir pekan. Dengan sinergi antara kesiapan personel dan kesadaran masyarakat, Kapolda optimistis bahwa sisa arus balik Lebaran 2026 akan berjalan dengan aman dan lancar hingga garis akhir. (Avs)
.jpeg)
Posting Komentar