Di tengah euforia libur Lebaran 2026, kawasan Taman Margasatwa Ragunan mendadak berubah menjadi lautan manusia yang berbaur dalam keceriaan. Namun di balik hiruk-pikuk itu, Brigjen Pol. Tjahyono Saputro, Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, hadir dengan pesan yang tak kalah penting: keselamatan adalah fondasi utama agar momen kebersamaan tak berakhir duka. Dalam peninjauannya pada Sabtu (21/3/2026), ia menyoroti bahwa lonjakan mobilitas masyarakat selama Idulfitri membawa risiko yang sering diabaikan, mulai dari kelelahan saat berkendara hingga potensi kecelakaan di lokasi wisata air yang kerap menjadi primadona.
Kunjungan ke Ragunan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk pengawasan langsung terhadap kesiapan fasilitas dan manajemen pengunjung. Hingga pukul 12.00 WIB, tercatat 43.348 orang memadati kawasan ini dengan rincian ribuan kendaraan roda dua dan roda empat. Yang menarik, Polri memberikan apresiasi khusus kepada pengelola karena mampu menyediakan fasilitas inklusif seperti ruang menyusui dan akses disabilitas, serta memberdayakan UMKM lokal yang turut meramaikan suasana. Brigjen Tjahyono menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan wisata di momen kritis seperti ini sangat bergantung pada sinergi antara petugas, pengelola, dan kepatuhan masyarakat.
Lebih dari sekadar menghitung jumlah pengunjung, Polri mengingatkan adanya sistem kategori kapasitas dengan kode warna hijau, kuning, dan merah yang telah diterapkan Ragunan sebagai langkah antisipatif. Orang tua pun diimbau untuk tidak lengah mengawasi anak-anak, terutama di area yang berpotensi membahayakan. Dengan pendekatan preventif yang mengedepankan kewaspadaan bersama, Polri berharap arus balik dan aktivitas wisata Lebaran tahun ini dapat berjalan tanpa catatan anak terpisah atau kejadian menonjol. Sebab, kata Brigjen Tjahyono, liburan yang sesungguhnya berkesan adalah ketika seluruh keluarga pulang dengan selamat dan cerita bahagia, bukan penyesalan.(Avs)
.jpeg)
Posting Komentar