Libur Lebaran bukan berarti mengendurkan kewaspadaan, justru sebaliknya. Di ketinggian kawasan Gunung Bromo, jajaran Polres Probolinggo melalui Polsek Sukapura memilih untuk hadir di tengah kepungan kabut dan tikungan tajam. Mereka tak sekadar lalu lalang, tetapi menjalankan patroli terstruktur yang dipimpin langsung Kapolsek Sukapura, AKP Ardhi Bita Kumala. Fokusnya ada di Desa Ngadisari, gerbang utama menuju lautan pasir, yang selama musim liburan menjadi urat nadi pergerakan wisatawan.
Di titik-titik rawan, para petugas menyapa pengendara satu per satu. Bukan hanya soal surat kendaraan, tetapi lebih kepada kesadaran akan medan. AKP Ardhi mengingatkan bahwa jalur pegunungan menyimpan ancaman tak terduga seperti kabut tebal yang tiba-tiba menyelimuti dan aspal yang berubah licin setelah gerimis. "Kami terus mengingatkan agar pengendara menjaga kecepatan dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima," ujarnya, menekankan bahwa pendekatan preventif jauh lebih utama daripada harus bertindak setelah kecelakaan terjadi.
Komitmen ini mendapat penegasan dari Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, di lokasi terpisah. Ia menyebut kehadiran seragam cokelat di tengah keramaian wisata bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk nyata perlindungan dan pelayanan. Menurutnya, suasana liburan yang nyaman lahir dari rasa aman yang tercipta karena masyarakat tahu polisi selalu ada. Untuk itu, ia mengimbau agar nomor darurat 110 digunakan seperlunya, karena satu laporan cepat bisa menentukan keselamatan banyak orang.
Tak hanya pengamanan, Polres Probolinggo juga memantau lonjakan wisatawan secara saksama. Tercatat 634 orang menginap di hotel wilayah Sukapura, sementara kuota harian Bromo ditetapkan 3.752 orang yang terbagi di tiga pintu. Hingga Minggu (22/3/2026) sore, pintu Cemoro Lawang saja sudah melayani 1.720 pengunjung, didominasi roda empat sebanyak 448 unit. Angka-angka ini menjadi peta bagi aparat untuk mengatur alur agar kemacetan maupun potensi gangguan keamanan bisa diantisipasi sejak dini.(Avs)
.jpeg)
Posting Komentar