Pagi itu di Nabire, aparat gabungan TNI-Polri bergerak senyap menyusuri aliran Kali Nabarua. Operasi yang awalnya hanya pemantauan berubah menjadi pengepungan besar-besaran setelah tim mendeteksi keberadaan kelompok bersenjata yang tengah berkumpul di sebuah camp sederhana.
Setelah kontak tembak singkat, kelompok bersenjata pimpinan DPO AK terpaksa angkat kaki, meninggalkan camp lengkap dengan isinya. Hasilnya mencengangkan: tim menemukan 561 butir amunisi, 10 magazen, uang tunai puluhan juta rupiah, dan barang bukti lainnya yang diduga kuat hasil rampasan dari dua kejadian terpisah di Lagari dan Kilometer 128.
Tidak hanya senjata dan amunisi, aparat juga menyita ponsel korban serta alat komunikasi yang digunakan kelompok tersebut untuk berkoordinasi. Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol Gustav Robby Urbinas, menyebutkan bahwa penguasaan markas ini merupakan pukulan telak bagi jaringan KKB yang selama ini meresahkan warga.
Meski AK dan anak buahnya lolos menyelusup ke hutan, jejak digital dan barang bukti yang tertinggal kini menjadi kunci utama pengembangan kasus. Aparat gabungan memastikan operasi pengejaran akan terus digencarkan hingga kelompok ini benar-benar lumpuh dan tidak bisa lagi mengancam keamanan masyarakat di wilayah Kabupaten Nabire.

Posting Komentar