Memasuki hari keempat Operasi Ketupat Semeru 2026, suasana arus mudik di Jawa Timur terpantau masih jauh dari kata padat. Pada rentang waktu Minggu malam hingga Senin pagi (15-16/3/2026), Polda Jatim mencatat tidak ada lonjakan signifikan volume kendaraan, baik di jalur tol maupun arteri. Situasi ini memberikan gambaran bahwa puncak arus mudik mungkin belum tiba, atau distribusi waktu keberangkatan pemudik tahun ini lebih merata.
Data yang dihimpun dari pos pemantauan menunjukkan tren penurunan jumlah kendaraan di beberapa gerbang tol utama dibanding periode sebelumnya. Di Gerbang Tol Ngawi, misalnya, kendaraan yang keluar menuju Jawa Tengah turun hingga 26 persen. Fenomena serupa juga terjadi di Gerbang Tol Malang dengan penurunan mencapai 54 persen untuk kendaraan dari Surabaya. Angka-angka ini mengindikasikan bahwa masyarakat mungkin memilih waktu mudik yang lebih awal atau justru menunda keberangkatan.
Meski lebih landai, kecepatan kendaraan di tol tercatat stabil antara 70 hingga 80 kilometer per jam, menandakan lalu lintas mengalir lancar tanpa hambatan. Di jalur arteri perbatasan Jatim-Jateng, situasinya pun tak berbeda. Dari Tuban hingga Ponorogo, kendaraan yang melintas tercatat dalam jumlah normal dengan kecepatan berkisar 50-70 km/jam. Tidak ada antrean panjang atau perlambatan berarti yang dilaporkan oleh petugas di lapangan.
Kabar baik lainnya datang dari catatan kecelakaan lalu lintas. AKP Muchamad Saifudin, Kasubsatgas Penmas, menegaskan bahwa berdasarkan data DORS, tidak ada kejadian laka lantas selama periode tersebut. "Nihil," ujarnya tegas. Selain itu, tidak ditemukan pelanggaran kendaraan sumbu tiga maupun bencana alam yang mengganggu arus mudik. Kondisi ini menjadi modal berharga untuk mewujudkan mudik yang aman dan nyaman.
Polda Jatim sendiri memastikan akan terus meningkatkan kewaspadaan dan pemantauan. Meski saat ini situasi terkendali, potensi peningkatan arus tetap diantisipasi dengan kesiapan personel dan rekayasa lalu lintas jika diperlukan. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi terkini dan mempersiapkan perjalanan dengan baik. Dengan koordinasi yang solid, harapan terciptanya Mudik Aman Keluarga Bahagia di Jawa Timur semakin nyata di depan mata. (Avs)

Posting Komentar