Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, suasana di pelabuhan-pelabuhan utama Indonesia mulai terasa berbeda. Bukan hanya karena padatnya calon pemudik, tapi juga karena kesiagaan penuh aparat keamanan di jalur laut. Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo turun langsung meninjau Pos Pengamanan Pelabuhan Bakauheni, Lampung, untuk memastikan bahwa semua skenario antisipasi terhadap kemungkinan terburuk di perairan telah berjalan sesuai rencana. Fokus utama kali ini adalah pada kesiapan menghadapi kontinjensi kecelakaan laut yang bisa saja terjadi di tengah tingginya mobilitas masyarakat.
Sebagai bentuk keseriusan, Polri tidak hanya mengandalkan personel di darat, tetapi juga mengerahkan kekuatan armada laut andalannya. Lima kapal polisi dengan spesifikasi tinggi kini bersiaga di titik-titik strategis nasional. Mulai dari KP BIMA 7014 di Pelabuhan Ketapang, KP KASTURI 6002 di Lembar, KP MANYAR 5003 di Gilimanuk, KP GELATIK 5016 di Merak, hingga KP GAGAK 3011 di Bakauheni. Kapal-kapal ini dirancang untuk bergerak cepat dengan kecepatan hingga 30 knots dan mampu beroperasi selama 10 hari tanpa henti, lengkap dengan perlengkapan SAR awal untuk respons darurat.
Wakapolri menegaskan bahwa kesiapsiagaan ini adalah hasil koordinasi lintas sektoral yang matang. Di jalur tersibuk Merak–Bakauheni saja, sebanyak 16 kapal gabungan dari TNI, Basarnas, Polair, dan unsur terkait lainnya telah disiagakan bersama 320 personel. Seluruh kekuatan ini ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau agar dapat bergerak instan jika terjadi insiden. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap potensi gangguan keselamatan di laut dapat ditangani secara cepat, terpadu, dan efektif tanpa membebani pemudik dengan rasa khawatir berlebih.
Tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, Polri juga mengadopsi teknologi dan data real-time dalam mitigasi risiko. Perhitungan kebutuhan alat keselamatan seperti life jacket, kesiapan armada, hingga skenario evakuasi telah disimulasikan secara matang. Dengan prediksi puncak arus mudik pada 18–19 Maret dan arus balik pada 24–25 serta 28–29 Maret, semua elemen bergerak dinamis mengikuti pola pergerakan masyarakat. Pengamanan tidak hanya terpusat di pelabuhan, tetapi meluas hingga jalur distribusi menuju daerah tujuan melalui patroli dan pengawalan.
Di penghujung kunjungannya, Komjen Dedi Prasetyo mengajak masyarakat untuk turut aktif menjaga keselamatan selama perjalanan. Ia mengimbau agar pemudik memanfaatkan layanan darurat 110 yang telah disiapkan jika menemui kendala. Komitmen Polri, katanya, adalah memberikan perlindungan maksimal dengan respons cepat dan profesional. Melalui langkah antisipatif ini, diharapkan seluruh pemudik dapat merayakan Lebaran bersama keluarga dengan tenang, karena rasa aman telah dihadirkan sejak dari pelabuhan pertama mereka berpijak. (Avs)

Posting Komentar