Gedung Paramartha di Akademi Kepolisian Semarang mendadak menjadi pusat perhatian pada siang hari itu. Bukan hanya karena deretan petinggi Polri yang hadir, melainkan karena di sanalah masa depan 399 siswa terbaik dari 28 provinsi sedang diuji. Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, turun langsung memantau Seleksi Terpusat SMA Kemala Taruna Bhayangkara angkatan kedua, sebuah proses yang dirancang tidak sekadar mencari siswa pintar, tetapi calon pemimpin masa depan.
Yang menarik dari seleksi ini adalah penggunaan metode Nusantara Standardized Test (NST), sebuah sistem yang mengklaim mampu mengukur kemampuan peserta secara objektif dan adaptif berstandar internasional. Kehadiran Wakapolri bukan sekadar seremonial; ia melakukan pengecekan menyeluruh, memastikan setiap tahapan berjalan transparan. Bersama As SDM Kapolri dan pejabat utama lainnya, ia menegaskan bahwa proses ini adalah bentuk nyata investasi Polri dalam membangun sumber daya manusia unggul.
Para peserta yang terpilih bukanlah datang begitu saja. Mereka adalah 400 talenta terbaik yang tersaring dari lebih dari 2.600 siswa yang mengikuti NST Tahap II, yang sebelumnya diikuti oleh ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Mereka difasilitasi penginapan di Mess Werving Akpol, dipersiapkan optimal untuk menjalani serangkaian ujian yang berat, mulai dari tes fisik, psikologi, hingga simulasi IELTS.
Kolaborasi dengan Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) menjadi kunci dalam seleksi ini. Bersama, mereka merancang sistem yang menekankan meritokrasi, di mana tidak ada jalan pintas. Selama lima hari, para peserta digembleng melalui orientasi, tes kesamaptaan jasmani, seminar kebangsaan, hingga Leaderless Group Discussion (LGD), sebuah metode untuk menilai kemampuan kepemimpinan alami mereka.
Pada akhirnya, dari 399 peserta yang berjuang, hanya sekitar 180 yang akan terpilih menjadi bagian dari angkatan kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Wakapolri menegaskan bahwa ini adalah langkah konkret mendukung Asta Cita Presiden, mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi kokoh karakter dan berjiwa kepemimpinan global. (Avs)
.jpeg)
Posting Komentar