Ancaman Kian Kompleks, Baharkam Polri dan Kemenko Polkam Evaluasi Total Pengamanan Obvitnas


Bekasi menjadi saksi pertemuan penting antara Korps Sabhara Baharkam Polri dan Kemenko Polkam pada Rabu (29/4/2026) di Hotel Avanzel, Cibubur. Rapat koordinasi evaluasi pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) yang dipimpin Deputi Bidang Kamtibmas Kemenko Polkam, Irjen Pol S. Tarigan, didampingi Asdep 1 Brigjen TNI Muhamad Sujono ini dihadiri oleh puluhan perwakilan kementerian teknis, mulai dari Perindustrian, Pariwisata, Perhubungan, PUPR, hingga ESDM. Fokus utama pertemuan adalah satu: memperkuat sistem proteksi aset strategis bangsa yang kini menghadapi dinamika ancaman semakin kompleks.

Kasubdit Pamwaster Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri, KBP Waluya, memaparkan data mengejutkan bahwa masih banyak pengelola Obvitnas yang belum menjalin kerja sama formal dengan Polri, baik melalui MoU maupun Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk penerapan Sistem Manajemen Pengamanan (SMP). Tanpa standar yang mengikat, celah keamanan di sektor-sektor vital seperti energi, transportasi, dan industri bisa dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, rapat ini mendorong revitalisasi regulasi agar setiap Obvitnas wajib menerapkan SMP yang terukur.

Selain masalah regulasi, evaluasi juga menyoroti perlunya validasi ulang jumlah Obvitnas di tiap kementerian. Sektor Perhubungan dengan regulasi tahun 2004 dan Pariwisata dengan regulasi tahun 2016 dinilai sudah usang dan tidak relevan dengan ancaman masa kini. Rapat sepakat untuk merevisi aturan-aturan tersebut agar pengamanan aset negara tidak hanya bersifat rutinitas, tetapi benar-benar berbasis manajemen risiko yang standar. Poin ini menjadi terobosan penting karena selama ini banyak Obvitnas beroperasi tanpa pengawasan keamanan yang memadai.

Menjelang peringatan May Day, diskusi juga menyentuh kesiapan pengamanan internal di area Obvitnas. Koordinasi antara pengelola objek vital dan Polri harus diperkuat agar situasi tetap kondusif saat aksi massa buruh berlangsung. Pimpinan rapat menegaskan bahwa evaluasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah proaktif menciptakan ekosistem investasi dan operasional industri yang aman. Dengan sinergi antara Baharkam Polri dan Kemenko Polkam, diharapkan tidak ada lagi Obvitnas yang menjadi titik lemah dalam pertahanan ekonomi nasional.(Avs)

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama