Siapa sangka, tanaman yang dulu sering dianggap sebagai gulma atau makanan kampung kini mulai naik daun sebagai pahlawan pangan alternatif. Di Desa Demangan, Nganjuk, AIPDA Pujiono, Bhabinkamtibmas Polsek Warujayeng, sedang menggerakkan warganya untuk memanfaatkan pekarangan dengan menanam talas. Pada Senin (25/5/2026), ia melaksanakan pemantauan terhadap lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) milik warga binaannya yang kini mulai ditumbuhi rimbun tanaman talas. Langkah ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional yang digalakkan Polri, membuktikan bahwa solusi krisis pangan bisa dimulai dari halaman rumah sendiri.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K., menjelaskan bahwa talas memiliki potensi besar sebagai sumber karbohidrat alternatif pengganti beras. Kandungan gizinya tidak kalah dengan nasi, bahkan talas memiliki serat yang lebih tinggi dan indeks glikemik yang lebih rendah, cocok untuk penderita diabetes. "Polri melalui Bhabinkamtibmas terus mendorong masyarakat agar memanfaatkan pekarangan rumah untuk tanaman produktif yang dapat menunjang kebutuhan pangan keluarga secara mandiri," ujar AKBP Suria. Dengan pendampingan yang konsisten, Polri ingin mengubah pola pikir masyarakat bahwa ketahanan pangan tidak harus bergantung pada beras semata.
Dalam pemantauannya, AIPDA Pujiono tidak hanya melihat-lihat tanaman dari kejauhan. Ia masuk ke lahan, memeriksa kondisi tanah, kelembapan, serta pertumbuhan daun talas. Ia berdialog dengan warga tentang cara perawatan yang tepat, mulai dari penyiraman, pemupukan organik, hingga pengendalian hama secara alami. Ia juga mencatat kendala yang dihadapi warga, seperti keterbatasan bibit unggul atau kurangnya pengetahuan tentang pengolahan hasil panen. Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi, S.H., menambahkan bahwa pihaknya akan terus menggerakkan anggota untuk aktif mendampingi masyarakat dalam program ini.
Melalui kegiatan pemanfaatan pekarangan dengan tanaman talas, Polsek Warujayeng berharap masyarakat semakin sadar bahwa lahan sempit sekalipun bisa menjadi sumber pangan yang berharga. Tidak perlu menunggu bantuan besar atau teknologi canggih. "Kami berharap masyarakat semakin kreatif memanfaatkan lahan yang ada dengan berbagai tanaman pangan alternatif sehingga ketahanan pangan keluarga dapat semakin kuat dan berkelanjutan," pungkas Kompol H. Ahmad Junaedi. Di Demangan, talas tidak lagi dipandang sebelah mata, tetapi telah menjadi simbol kemandirian pangan yang tumbuh dari pekarangan sendiri.(Avs)

Posting Komentar