Dari Lima Polybag Jadi Seratus, Polisi Saksikan Warga Tanjunganom Makin Kreatif Berkebun


AIPTU Saktian Suryani tak menyangka bahwa program yang ia mulai dengan beberapa polybag percontohan kini telah menyebar ke lebih dari seratus rumah di Kelurahan Tanjunganom. Sabtu pagi itu, ia berkeliling untuk memantau perkembangan tanaman sayuran warga, dan ia menemukan berbagai inovasi yang dilakukan oleh masyarakat, seperti polybag yang disusun bertingkat untuk menghemat tempat, serta sistem irigasi tetes sederhana dari botol bekas. Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas ini, karena menunjukkan bahwa warga tidak hanya menerima program, tetapi juga mengembangkannya sesuai kebutuhan masing-masing. Baginya, ini adalah esensi dari pemberdayaan yang sesungguhnya.


Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi menjelaskan bahwa keberhasilan program Pekarangan Pangan Bergizi tidak terlepas dari peran aktif Bhabinkamtibmas yang terus hadir memberikan motivasi dan solusi teknis. Ia mengatakan bahwa AIPTU Saktian bahkan membuat grup WhatsApp khusus untuk berbagi tips pertanian dan menjawab pertanyaan warga secara cepat, sehingga masalah seperti serangan hama atau daun menguning bisa segera diatasi. Dalam kunjungan kali ini, ia melihat beberapa warga mulai mencoba menanam tanaman hidroponik sederhana di samping polybag mereka, menandakan adanya semangat eksperimen yang positif. Kapolsek berharap inovasi-inovasi ini bisa didokumentasikan dan dibagikan ke wilayah lain.


Di sisi lain, Kapolres menyoroti bahwa program ini juga memperkuat ikatan sosial di antara warga, karena mereka saling bertukar bibit, berbagi pupuk, dan bahkan mengadakan panen bersama di pekarangan rumah tertentu. Ia mencontohkan bahwa di RT 03, warga secara sukarela mengumpulkan dana kecil untuk membeli polybag dan tanah subur secara kolektif, lalu membaginya rata ke setiap kepala keluarga. AIPTU Saktian mencatat bahwa gotong royong seperti ini adalah nilai luhur yang harus terus dipelihara, karena ketahanan pangan tidak akan pernah terwujud jika setiap orang hanya mementingkan diri sendiri. Baginya, kebersamaan adalah pupuk terbaik bagi kebun dan bagi masyarakat.


Kegiatan pemantauan diakhiri dengan rencana untuk mengadakan pelatihan singkat tentang pembuatan pupuk kompos dari sampah organik rumah tangga, yang akan diadakan di balai kelurahan pekan depan. Kapolsek mengajak seluruh warga untuk hadir dan belajar bersama, karena pengelolaan limbah menjadi kompos adalah langkah berikutnya setelah berhasil menanam. Ia juga meminta AIPTU Saktian untuk terus mendokumentasikan perkembangan polybag warga sebagai bahan evaluasi dan laporan ke Kapolres. Dengan langkah-langkah kecil yang berkesinambungan, Polri optimis bahwa Tanjunganom akan menjadi desa mandiri pangan yang menginspirasi banyak daerah lain. (Avs)

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama