Jakarta- Sebanyak 418 peserta didik resmi menyelesaikan pendidikan kepemimpinan Polri di lingkungan Sespim Lemdiklat Polri pada Jumat (3/7/2026), menandai lahirnya generasi pemimpin baru yang siap menghadapi dinamika global dan percepatan transformasi digital. Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo dalam amanatnya menegaskan bahwa kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai pemimpin Polri yang profesional, adaptif, dan berintegritas. Dengan komposisi lulusan dari Sespimti, Sespimmen, SPPK, dan Sespimma, institusi Polri kini memiliki cadangan kepemimpinan yang siap menjawab tantangan zaman.
Wakapolri mengingatkan bahwa situasi global yang penuh ketidakpastian akibat konflik geopolitik dan persaingan antarnegara berdampak langsung pada stabilitas nasional, sehingga Polri harus menjadi fondasi yang kuat bagi pembangunan di berbagai sektor. Beliau menekankan pentingnya penguasaan kompetensi digital seperti Artificial Intelligence, analisis data, dan Open Source Intelligence agar para pemimpin Polri mampu mengambil keputusan cepat dan berbasis data. "Pemimpin Polri masa depan harus memiliki kemampuan membaca perubahan zaman dan mengelola dinamika melalui kepemimpinan yang adaptif dan visioner," tegasnya.
Dalam tiga tahun terakhir, Polri berhasil mempertahankan zero terrorist attack dan mengamankan 265 tersangka teroris, namun Wakapolri mengingatkan agar jajaran tidak lengah terhadap berkembangnya radikalisme digital. Dengan kepercayaan publik yang mencapai 82,4 persen berdasarkan Survei Litbang Kompas, para lulusan diharapkan menjadi wajah Polri yang humanis dan profesional di tengah masyarakat. "Pegang teguh integritas, junjung profesionalisme, dan hadirkan pelayanan yang membuat Polri semakin dipercaya dan dicintai rakyat," pesan Wakapolri mengakhiri amanatnya. (Avs)
.jpeg)
Posting Komentar