Jakarta- Kalemdiklat Polri Komjen Pol. RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan pembekalan Perlinsos sejalan dengan transformasi pendidikan Polri. Pendidikan kini adaptif terhadap teknologi. Siswa telah terbiasa menggunakan laptop serta sistem pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE) dan Learning Management System (LMS). "Siswa sekarang adalah generasi yang sangat dekat dengan teknologi," ujar Kalemdiklat.
Menurutnya, kemampuan menggunakan teknologi harus menjadi kompetensi kerja. Namun, kemampuan tersebut harus berjalan bersama kemampuan komunikasi. Latihan kerja menjadi kesempatan bagi siswa untuk menguji kemampuan tersebut secara langsung. Termasuk mendata dengan benar, menjelaskan program, dan membangun kepercayaan masyarakat.
Wakapolri menegaskan keterlibatan siswa SIP, Sepolwan, SPN, dan Taruna Akpol dalam Perlinsos merupakan bagian dari perubahan paradigma pendidikan Polri. "Kita ingin apa yang dipelajari di lembaga pendidikan benar-benar dibawa ke lapangan," pungkasnya. Mereka belajar kepolisian, belajar teknologi, belajar pendataan, dan belajar berkomunikasi. Semuanya harus bermuara pada pelayanan kepada masyarakat.
Menteri Sosial menekankan pentingnya memperluas agen untuk mencapai target 48 juta keluarga terdaftar. Data harus terverifikasi secara digital hingga 30 November 2026. Sementara itu, Luhut mendorong keterlibatan jaringan TNI-Polri untuk membantu masyarakat mengakses layanan digital. Jaringan ini juga menjaga keamanan dan kedaulatan data. (Avs)
Posting Komentar