200 Personel Brimob Dikerahkan ke Sumsel, Polri Perkuat Operasi Aman Nusa II

Jakarta- Polri menambah kekuatan personel Korps Brimob untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Sebanyak 200 personel dari Pasbrimob I Korbrimob Polri diberangkatkan melaksanakan tugas bantuan kendali operasi (BKO) kepada Polda Sumatera Selatan dalam rangka Operasi Aman Nusa II. Penebalan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan dan efektivitas penanganan karhutla.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan bahwa penebalan personel merupakan bentuk komitmen Polri untuk memastikan penanganan karhutla berjalan optimal. Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan kesiapsiagaan dan langkah terukur. Penguatan ini diharapkan mendukung upaya pencegahan dan penanganan kebakaran secara lebih efektif, sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.

Sebanyak 200 personel tambahan tersebut terdiri atas 100 personel yang diberangkatkan melalui jalur darat dari wilayah Lampung dan 100 personel dari Sumatera Utara melalui jalur udara. Pemberangkatan dilaksanakan pada Kamis, 15 Oktober 2026, dengan tujuan penugasan di wilayah Sumatera Selatan. Selain personel, dukungan operasional turut disiapkan berupa kendaraan khusus, perangkat komunikasi, drone untuk pemantauan, mesin pompa air, perlengkapan SAR, alat pelindung diri, serta perlengkapan pendukung kesehatan.

Penguatan ini melanjutkan upaya penanganan karhutla yang telah dilakukan Polda Sumatera Selatan melalui Operasi Aman Nusa II. Sebelumnya, Polda Sumsel juga telah mengerahkan personel untuk memperkuat penanganan di sejumlah wilayah prioritas, termasuk Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Penukal Abab Lematang Ilir. Penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga mencakup patroli, deteksi dini, pemantauan titik rawan, pencegahan meluasnya kebakaran, serta penegakan hukum.

Trunoyudo menegaskan bahwa upaya penanggulangan karhutla membutuhkan kerja bersama seluruh unsur, mulai dari aparat di lapangan, pemerintah daerah, instansi terkait, hingga masyarakat. Kecepatan mendeteksi titik api dan mengambil tindakan awal menjadi faktor penting mencegah kebakaran meluas. Polri juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam pencegahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. (Nika)

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama