Ratusan Personel Polri Dikirim Serentak ke Dua Titik Panas Nusantara: Papua Tengah dan Malut


Kepolisian RI tidak tinggal diam menghadapi eskalasi konflik di wilayah timur dan utara Indonesia. Hampir 150 personel elite disiapkan untuk diterbangkan ke Papua Tengah dan Maluku Utara, menyusul serangkaian insiden berdarah yang mengguncang dua provinsi tersebut. Dari Mako Brimob, Wakapolri langsung memimpin pengecekan kesiapan pasukan pada Sabtu siang, menandai keseriusan operasi pengamanan ini.

Rincian kekuatan yang dikerahkan cukup beragam, mulai dari 100 personel Brimob untuk Papua Tengah, tim Itwasum, BIK, Divpropam, hingga Bareskrim. Total personel gabungan untuk Papua Tengah mencapai 148 orang, dijadwalkan lepas landas menggunakan Batik Air menuju Nabire pada Minggu dini hari. Sementara untuk Maluku Utara, 12 personel Divpropam sudah lebih dulu terbang dengan pesawat Beechcraft, menyisakan 4 personel Itwasum yang masih mengurus tiket.

Latar belakang penguatan ini tidak main-main. Di Halmahera Tengah, konflik antar desa pecah akibat dugaan pembunuhan warga Bobane Jaya, memicu aksi saling serang dengan Desa Sibenpopo, pembakaran rumah, fasilitas umum, dan tempat ibadah. Beruntung, situasi mulai reda Jumat sore berkat kerja cepat TNI-Polri dan pemerintah daerah. Sementara di Dogiyai, Papua Tengah, seorang personel Polri bernama Bripda Juventus Edowai tewas usai dianiaya orang tak dikenal.

Karo Penmas Divhumas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa pendekatan humanis tetap diutamakan meski penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan juga dijalankan. Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi hoaks, sementara penyelidikan mendalam terhadap dua kasus utama terus berjalan. Stabilitas keamanan di kedua wilayah dipastikan masih dalam kendali aparat. (Avs)

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama