Di tengah kesibukan personel Polres Nganjuk menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, mereka menyempatkan diri untuk berbuat sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain. Pada Kamis (4/6/2026), Mapolres Nganjuk berubah menjadi lokasi donor darah yang ramai, ketika Polres Nganjuk bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nganjuk menggelar aksi kemanusiaan yang melibatkan anggota Polri dan personel jajaran. Hasilnya sungguh membanggakan: 150 kantong darah dari berbagai golongan darah berhasil dikumpulkan dalam satu hari. Bukan sekadar angka, setiap kantong mewakili harapan bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah di rumah-rumah sakit sekitar. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa kegiatan donor darah ini adalah bentuk kepedulian sosial Polri sekaligus bagian dari rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80.
Apa yang membuat kegiatan ini penting bagi Nganjuk? Kasidokkes Polres Nganjuk Aipda Sunarto menjelaskan bahwa 150 kantong darah yang terkumpul akan disalurkan melalui PMI Kabupaten Nganjuk kepada masyarakat yang membutuhkan. Namun di balik angka tersebut, ada cerita lain yang tak kalah menarik. Tidak semua peserta yang datang bisa langsung mendonorkan darahnya. Beberapa personel harus gigit jari karena tidak lolos tahap screening awal. Penyebabnya beragam, mulai dari kadar Hemoglobin (Hb) yang terlalu rendah atau terlalu tinggi, hingga tekanan darah yang berada di luar batas normal. Kapolres mengungkapkan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi momen edukasi bagi anggota tentang pentingnya menjaga kesehatan agar bisa terus berkontribusi secara maksimal.
Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa melalui donor darah ini, Polri ingin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya membantu ketersediaan stok darah di PMI Kabupaten Nganjuk. "Ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan semangat kemanusiaan dan solidaritas anggota Polri," ujarnya. Antusiasme personel cukup tinggi, terbukti dari jumlah peserta yang membludak. Mereka rela mengantre, menjalani pemeriksaan pendahuluan, lalu menyumbangkan darah mereka dengan sukarela. Bahkan beberapa anggota yang baru selesai bertugas malam tetap hadir untuk ikut serta. Semangat ini menunjukkan bahwa di balik seragam cokelat dan biru, ada hati yang peduli pada sesama.
Kegiatan donor darah ini menjadi salah satu rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang sarat makna. Tidak hanya seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat. 150 kantong darah yang kini tersimpan di PMI Kabupaten Nganjuk siap menolong pasien yang membutuhkan, mulai dari ibu melahirkan hingga korban kecelakaan. Kapolres berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut tidak hanya saat ada momen spesial, tetapi juga secara rutin sepanjang tahun. Dari Mapolres Nganjuk, sebuah pesan kemanusiaan mengalir bersama darah yang disumbangkan: bahwa menjadi polisi tidak hanya tentang menegakkan hukum, tetapi juga tentang menyelamatkan nyawa.(Avs)

Posting Komentar