Menjelang Pamit Haji 2026, Wakapolri dan PSS Arab Saudi Duduk Satu Meja Bahas Perlindungan Jemaah Indonesia


Di sela hiruk-pikuk bandara internasional King Abdul Aziz, Jeddah, sebuah pertemuan strategis berlangsung pada Senin (1/6/2026). Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo bertatap muka dengan perwakilan Presidency of State Security (PSS) Arab Saudi membahas penguatan perlindungan jemaah Indonesia menjelang berakhirnya musim haji 1447 H. Dalam diskusi yang juga dihadiri Brigjen Muhammad Al Qohtoni beserta jajaran PSS serta delegasi Polri dari Divhubinter dan Atase Polri di Riyadh, kedua pihak sepakat bahwa koordinasi yang solid adalah kunci utama mengamankan jutaan jemaah yang datang dari berbagai penjuru dunia. Wakapolri menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan pengamanan dari PSS yang membuat jemaah Indonesia bisa beribadah dengan aman, tertib, dan khusyuk sepanjang tahun ini.

Pertemuan tersebut tidak hanya membahas evaluasi haji tahun ini, tetapi juga merumuskan peta jalan kerja sama jangka panjang. Wakapolri menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi antara Satgas Haji, Kementerian Haji dan Umrah RI, serta seluruh lembaga terkait dalam memberikan perlindungan optimal kepada jemaah Indonesia mulai dari keberangkatan, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, hingga pemulangan. Sementara itu, Brigjen Muhammad Al Qohtoni menyebut Indonesia sebagai mitra strategis yang memiliki kontribusi besar dalam penyelenggaraan haji dan menunjukkan kerja sama yang sangat baik. Kedua belah pihak sepakat untuk terus memperkuat komunikasi, pertukaran informasi, serta pemanfaatan teknologi dalam tata kelola dan pengamanan ibadah haji.

Pengalaman Arab Saudi mengelola jutaan jemaah dengan dukungan teknologi modern dinilai menjadi referensi berharga bagi Indonesia. Dalam diskusi tersebut, kedua pihak berbagi praktik baik dalam pengelolaan keamanan dan pelayanan jemaah. Wakapolri juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan dan koordinasi yang adaptif, mengingat tantangan ke depan tidak hanya pada aspek pelayanan tetapi juga pencegahan terhadap praktik haji non-prosedural. Data dari Subsatgas Gakkum Satgas Haji 2026 per 29 Mei lalu mencatat 29 Laporan Polisi, 30 Laporan Informasi, 26 tersangka, 550 korban, dan total kerugian masyarakat mencapai Rp21,7 miliar lebih, sebuah angka yang menunjukkan bahwa perlindungan jemaah harus terus ditingkatkan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa evaluasi penyelenggaraan haji tahun ini menjadi modal penting untuk perbaikan di masa depan. "Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini memberikan banyak pembelajaran berharga. Melalui evaluasi komprehensif dan penguatan koordinasi, kualitas pelayanan dan perlindungan jemaah Indonesia harus terus ditingkatkan," ujarnya. Polri berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas haji, memperkuat perlindungan warga negara, serta membangun kerja sama konstruktif dengan berbagai pihak. Dengan sinergi yang semakin erat antara Indonesia dan Arab Saudi, diharapkan jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan sesuai ketentuan, baik di musim haji mendatang maupun seterusnya.(Avs)

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama