Kota Mojokerto- Selama bertahun-tahun, Pak Toni dan istrinya, Siti Masitah, terbiasa tidur dengan was-was setiap langit mendung, karena atap rumahnya yang rapuh selalu bocor saat hujan deras mengguyur. Namun, awal tahun 2026 menjadi titik balik bagi pasangan pedagang kelapa muda ini, ketika Polres Mojokerto Kota bersama Pemerintah Kota Mojokerto memilih rumah mereka sebagai sasaran program bedah rumah tak layak huni dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80. Kini, rumah yang dulu memprihatinkan itu telah berubah menjadi hunian yang kokoh dan layak, membawa senyum bahagia yang tak pernah padam dari wajah Pak Toni dan istrinya.
AKBP Herdiawan Arifianto menegaskan bahwa program bedah rumah ini adalah wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat kecil yang selama ini mungkin terabaikan. Beliau menjelaskan bahwa sinergi antara Polres Mojokerto Kota, Bhayangkari, dan Pemerintah Kota Mojokerto menjadi kunci keberhasilan renovasi yang berlangsung selama 14 hari penuh itu. Kapolres Mojokerto Kota juga menyampaikan harapannya agar rumah yang telah direnovasi bisa menjadi tempat tinggal yang nyaman dan membawa keberkahan bagi keluarga Pak Toni ke depannya.
Proses renovasi mencakup perbaikan total dari lantai yang retak, atap yang bocor, plafon yang ambrol, hingga kamar tidur dan kamar mandi yang kini layak digunakan. Di sela-sela kegembiraan, Pak Toni tak kuasa menahan haru saat mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan mimpi mereka memiliki rumah yang layak, sebuah hadiah yang tak ternilai di momen bersejarah Hari Bhayangkara ke-80. (Avs)

Posting Komentar